GSI Provinsi Sulawesi Tengah 2026 Resmi Berakhir, Kota Palu Raih Juara 1

PALU — Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 resmi berakhir. Kota Palu keluar sebagai juara pertama setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan.

Kota Palu sebagai juara pertama berhak menerima uang pembinaan sebesar Rp10 juta. Sementara Kabupaten Donggala keluar sebagai juara kedua dengan hadiah Rp7 juta, sedangkan Kabupaten Morowali menempati posisi juara ketiga dengan hadiah Rp5 juta.

Penutupan GSI Sulawesi Tengah 2026 dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) dan ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan hadiah berupa medali, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para juara.

Koordinator Gala Siswa Indonesia (GSI) Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Warsita, menyampaikan bahwa GSI merupakan kompetisi olahraga yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah hingga nasional.

Ia menjelaskan, tahapan GSI dimulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.

Dalam dua tahun terakhir, proses pemilihan pemain dilakukan berdasarkan video. Dari tingkat provinsi, pihaknya akan memilih 20 pemain terbaik untuk selanjutnya diseleksi oleh tim pusat sebagai wakil Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

Dari 20 pemain tersebut, nantinya akan dipilih antara dua hingga tujuh pemain sesuai regulasi untuk mewakili Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

Warsita berharap pelaksanaan GSI ke depan dapat kembali berjalan optimal sehingga proses pembinaan siswa dapat lebih terakomodir. Ia juga berharap seluruh 13 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah dapat berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan GSI mendatang.

Terkait lokasi pelaksanaan tahun depan, Warsita mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi kabupaten maupun kota yang siap menjadi tuan rumah.

“Kami sebenarnya menawarkan kepada kabupaten yang siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Warsita menekankan pentingnya pembinaan olahraga sejak usia dini, khususnya melalui jenjang SD dan SMP.

Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus menjauhkan mereka dari berbagai pengaruh negatif, seperti narkoba, kenakalan remaja, kekerasan, dan bullying.


Ia berharap orang tua dan guru turut memberikan dukungan agar para siswa aktif dalam kegiatan olahraga.

“Kita berharap dukungan orang tua, support orang tua, support guru-guru, supaya anak-anak itu bisa aktif di olahraga,” pungkasnya.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama