![]() |
SIGI _ Drama luar biasa tersaji pada semifinal Piala Berani Cup Kabupaten Sigi yang mempertemukan Persan Anca kontra PSM Mandiri di Lapangan Madani, Kabupaten Sigi, Selasa (22/9/2026).
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. PSM Mandiri tampil lebih dominan dan mampu memberikan tekanan demi tekanan ke pertahanan Persan Anca. Namun, kokohnya pertahanan Persan Anca membuat berbagai peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Kedua tim mulai bermain lebih agresif untuk mencari gol pembuka. Beberapa duel keras bahkan membuat wasit harus beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.
PSM Mandiri terus menggempur pertahanan Persan Anca. Secara statistik, PSM Mandiri terlihat lebih unggul dalam menciptakan peluang, dengan sekitar 7 tembakan mengarah ke gawang, sementara Persan Anca hanya mampu mencatat sekitar 3–4 tembakan ke arah gawang.
Namun sepak bola memang tidak selalu ditentukan oleh dominasi dan banyaknya peluang.
Saat pertandingan seolah akan berakhir tanpa pemenang, drama justru terjadi pada menit ke-85.
Persan Anca berhasil memanfaatkan peluang yang ada dan mencetak gol pembuka sekaligus gol penentu. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Persan Anca.
Gol tersebut sontak mengubah suasana pertandingan. PSM Mandiri yang sepanjang laga tampil menekan harus berpacu dengan waktu untuk mengejar ketertinggalan.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.
Persan Anca pun memastikan tiket ke partai final Piala Berani Cup Kabupaten Sigi, sementara PSM Mandiri harus menerima kenyataan pahit setelah tampil dominan tetapi gagal mencetak gol.
Hasil ini mengingatkan pada kejutan Argentina kontra Arab Saudi di Piala Dunia 2022, ketika tim yang secara permainan dan tekanan tidak selalu berada di posisi yang diharapkan justru mampu keluar sebagai pemenang.
Bedanya, kali ini drama itu terjadi di Lapangan Madani, Kabupaten Sigi.
PSM Mandiri menguasai tekanan dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun Persan Anca memiliki satu hal yang paling menentukan: gol.
Dan satu gol pada menit ke-85 itu cukup untuk membawa Persan Anca melangkah ke final. yang Kan melawan Armada RJA AKM
